Kontribusi perjuangan perempuan dimasa Rezim
Soekarno telah terlihat dari sebelum kemerdekaan saja mereka sudah turut
ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, namun setelah
Indonesia diproklamasikan kaum pejuang dari kaum wanita ini memang ada
namun tidak terlihat keberadaannya yang diakui. Sejak paruh kedua
dasawarsa 1950-an panggung politik Indonesia semakin dikuasai oleh
ketegangan antara tiga golongan terkemuka: Angkatan Darat,
organisasi-organisasi Islam, dan golongan komunis.

Adapula sekitar tahun 1950an banyak Organisasi wanita juga yang
tergabung dari wanita – wanita yang sadar akan sosial yaitu GERWIS
(Gerakan Wanita Sedar) 1945 – 1950. Selain itu adapula Perwari, Wanita
sosialis, Wanita Demokrat Aisyah, Muslimat NU, dan sebagainya. Namun
terlihat gerakan – gerakan ini masih terlibat dirana sosial dan
keperempuanan saja. Masih belum terlibat dalam rana perpolitikan Negara
dan menegakkan hak – hak kaum tani, perempuan dan anak – anak.
Adanya rasa kurang puas GERWIS disebabkan beberapa faktor. Pertama,
kebanyakan organisasi perempuan terbatas pada soal kewanitaan, monoton
saja. Kedua, banyak mereka mempunyai program pendidikan namun bila
terjadi hal – hal yang perlu diperjuangkan secara politik mereka tidak
mau. Ketiga, mengenai hak – hak perempuan, tidak bergerak untuk membela
perempuan dalam kejadian sehari – hari seperti kasus pemerkosaan.
Keempat, tidak pernah ada aksi yang bersifat nasional secara bersama –
sama. Kelima, tidak mau membicarakan menentang ijon didesa –desa,
lintah darat yang memiskinkan rakyat. Sehingga beberapa gabungan wanita
sedar ini tergabung untuk mengubah arah tujuan gerakan wanita lainnya.
Setelah pada tanggal 4 Juni1950 tergabunglah 7 organisasi gerakan
wanita di kota Semarang, yang mana anggotanya berasal dari kalangan
wanita yang berintelektual,namun tidak menutup kemungkinan wanitadari
kalangan lainnya, yang penting memiliki tujuan yang sama.
1. Pembentukkan ini diawali dengan Kongres.
- Kongres I dilaksanakan pada tanggal 17 – 22 Desember 1951 di
Surabaya yang dipimpin oleh Suharti, pada kongres ini membahas tentang
perluasan basis massa perempuan dan sekaligus mendiskusikan untuk
pergantian nama. Diajukan untuk mengganti nama dikarenakan banyak
gabungan gerakan wanita yang ikut tergabung dalam organisasi ini dan
yang tergabung ini bukan hanya dari perempuan yang strata tinggi saja
tapi di banyak kalangan yang ingin turut serta dalam perjuangan wanita.
Sehingga ditetapkan nama GERWANI yaitu gerakan wanita Indonesia ,karena
mencakup secara keseluruhan gerakan. Memang pada awalnya mereka masih
ragu akan pergantian nama namun setelah di jelaskan arah dan atujuannya
maka disepakati gerakan GERWIS berubah nama menjadi GERWANI yaitu
Gerakan Wanita Indonesia.
- Kongres 2 dilaksanakan pada Maret 1954 yang di ketua oleh Umi
Sarjono disini mereka membahas mengenai bahasan terkait sosialis dan
feminism dengan tujuan kemakmuran. Pada kongres kali ini GERWANI
mengalami pertumbuhan yang pesat dari segi massa, pada saat itu yang
mengahadiri kongres di cabang pusat GERWANI ada 80.000 anggota
- Kongres 3, yang dilaksanakan pada 23 – 27 Desember 1957 yaitu
beberapa bulan sebelum berakhir tahun 1957 anggota GERWANI mencapai
631.342 anggota. Kongres ini masih diketuai oleh Umi Sarjono yang
membahas pelayanan sosial, adanya imperialisme, kolonialisme dan
feodalisme yang meneyelimuti bangsa Indonesia. Terutama diskriminasi
oleh kaum – kaum borjuis terhadap kaum tani dan kaum tertindas.
- Kongres 4 yang dilaksanakan pada Desember 1961, perkembangan dan
pertumbuhan organisasi gerakan perempuan ini sangatlah pesat, ini
dikarenakan anggota Gerwani sekarang 1.125.000 anggota. Pada kongres
4 berlangsung Presiden Soekarno dan Pimpinan PKI (Partai Komunis
Indonesia) DN. Aidit memberikan sambutannya. Presiden disana memberikan
pujian bahwasanya gerakan GERWANI dapat tumbuh dan berkembangan dalam
kepentingan social serta kesejahteraan rakyat.
Namun pada tahun 1965 GERWANI ingin melaksanakan kongres yang ke V
namun pada rezim Soeharto GERWANI di katakan organisasi terlarang,
organisasi yang anggotanya adalah pelacur,organisasi bangsat dan atheis
yang tidak menserminkan wanita Indonesia yang lemah lembut, serta
berbudi baik. Hal ini dikarenakan GERWANI diduga terlibat pada G30S
yaitu pembunuhan 7 Jenderal di lubang Buaya, mereka di duga melakukan
tarian seks, siksaan, pemotongan alat kelamin, padahal sebenarnya para
GERWANI ini sedang melaksanakan latihan sukarelawan penggayangan
Malaysia. Mereka melihat para tentara membawa tujuh jendral itu,
menembakinya walau jendral itu sudah tak bernyawa mereka masih saja
ditembaki dan dimasukkan kedalam lubang buaya. Dari cerita salah satu
istri prajurit Cakrabirawa. GERWANI merupakan organisasi besar yang
sangat berpengaruh pada sejarah bangsa Indonesia. Berani dan dianggap
berbahaya oleh kaum penguasa rezim Soeharto. Sehingga diikatakanlah
Organisasi Terlarang !! Tidak hanya kaum perempuan GERWAN ditiadakan
tapi kaum tertindas lainnya.
2. Tujuan GERWANI
Perlu kita ketahui GERWANI memiliki tujuan yaitu anti imprealisme
yaitu adanya investor asing, penayangan film AS yang akan merusak moral,
dan kepentingan asing yang akan merugikan Indonesia. Tujuan ini sejalan
dengan kaum komunis yaitu PKI, sehingga GERWANI dan PKI sama secara
ideologisnya. Disetiap tahun Gerwani semakin mamiliki banyak anggotanya
bahkan kader dari GERWANI ikut dalam Pemilihan Umumya itu menjadi
anggota MPRS dan DPRGR pada tahun 1959. Pada anggota DPRGR terdapat 12
orang, MPRS 15 orang, selain itu GERWANI banyak memberikan kontibusinya
dalam kegiatan sosial, kemaslatan umat seperti membuat kursus ketiadaan
buta huruf, TK, Penitipan anak, kursus kader dan tugas sukarelawan.
GERWANI juga ikut terlibat dalam penyelamatan Irian Barat yang sekarang
menjadi nama Irian Jaya (papua).
Kini GERWANI telah tersebar dibeberapa daerah besar di Indonesia
diantaranya Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Bali, Jawa dan Irian
Jaya. Dan pada tahun 1961 terjadi krisis ekonomi sehingga GERWANI pada
saat itu programnya lebih terfokus pada ekonomi.
3. Latar Belakang Berdiringnya GERWANI
Pada awalnya gerakan ini menampung gerakan – gerakan revolusioner
perempuan melawan koloni – koloni belanda, namun setelah merdeka Gerwani
mengarahkan arah perjuangannya pada sosial, politik, ekonomi dan umat.
Beberapa program Perjuangan GERWANI
- Pendidikan : Banyak perempuan desa yang buta huruf, sehingga
dikaderisasikan, kemudian dibuka kursus – kursus yang memadai dan
diwajibkan belajar kondisi daerah dan kebudayaan penduduk di daerah.
- Sosial : Hak – hak wanita diperjuangkan, hak – hak anak, sehingga wanita dan anak tidak tertindas oleh keadaan.
- Ekonomi : GERWANI sangat berhubungan dengan kaum perempuan
seperti anggaran belanja untuk kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak
agar diperbesar.
- Politik : Banyaknya kader GERWANI yang terlibat langsung
pada pemilihan umum tahun 1959 menjadi DPRGR dan MPRS, selain itu
GERWANI peduli akan perkembangan politik Indonesia baik itu kebijakan
maupun situasi hubungan luar negeri.
Memang di bandingkan organisasi lainnya program – program organisasi
GERWANI lebih progresif dan aktif terutama menangani hak buruh, para
petani, dan menyangkut masalah yang tidak disentuh oleh organisasi
wanita yang lain sehingga dianggap berbahaya dan perlu diawasi
keberadaannya. Seperti adanya program simpan pinjam, taman kanak –
kanak, adanya badan – badan penyuluhan tentang perkawinan, kursus –
kursus kader di berbagai tingkat organisasi, dan bekerjasama dengan BTI
(Barisan Tani Indonesia) membantu aksi-aksi sepihak pendudukan tanah
yang dilancarkan oleh BTI dan menuntut agar hak atas tanah juga
diberikan kepada kaum perempuan. Dalam hal ini GERWANI sangat berperan
aktif dalam pemberantasan buta huruf terutama kepada kaum perempuan dan
turut aktuf dalam peningkatan kecerdasan sosial.
GERWANI adalah organisasi terbesar yang sangat berpengaruh dalam
sejarah Indonesia yang perlu kita liat sebagai referensi generasi
perempuan Indonesia sekarang. GERWANI menerbitkan dua (2) majalah, Api
Kartini dan Berita Gerwani. Api Kartini terutama ditujukan bagi pembaca
lapisan tengah yang sedang tumbuh tidak hanya memuat tulisan-tulisan
tentang masak-memasak, pengasuhan anak, mode, dan sebagainya, selain itu
tentang feminisme menegenai imperilaisme (Api Kartini adalah majalah
pertama di Indonesia yang menunjukkan pengaruh buruk terhadap film-film
Hollywood yang bermutu rendah, dan tidak mendidik yang pada saat itu
banyak beredar dan baru belakangan PKI melontarkan masalah imperialisme
kebudayaan Barat), poligami, dan pentingnya pendidikan bagi kaum
perempuan serta masalah sekitar kaum perempuan yang bekerja. Sedangkan
Berita Gerwani adalah majalah intern organisasi, dengan berita-berita
tentang konferensi dan organisasi perempuan di negara-negara sosialis.
Itulah perjuangan wanita Indonesia yang gigih untuk kemajuan bangsa
tanpa adanya ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan pada rakyat
miskin. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela mempertahankan
keadilan walau itu harus mengorbankan nyawa.
4. Hubungan GERWANI dengan PKI
Pada awal organisasi GERWIS, terlihat aroma komunis yang
kuat.Dikarena sebagian besar perempuan GERWIS memiliki hubungan keluarga
dengan kaum komunis. Apalagi tujuan PKI dan GERWANI sejalan sama –sama
menyangkut sosialis sehingga semakin kuat kedekatan antara keduanya.
Namun sebenarya walaupun sejalan pada satu tujuan partai, masalah
perempuan yang diperjuangkan PKI ada diurutan ke – 9 dari 19 janji –
janji PKI. Gerwani belum resmi secara legal bergabung dengan PKI,
rencananya pada kongres ke V. Namun kongres V tidak terlaksana karena
propaganda rezim Soeharto.
5. Keterlibatan GERWANI dengan peristiwa 1965
Pada saat kampanye ideologi setelah peristiwa 1965 yang berdarah –
darah dilancarkan oleh rezim Soeharto dan propaganda – propaganda di
media serta propaganda angkatan darat. Pada tanggal 30 September
Suharti Suwarno wakil ketua DPP Gerwani (juga seorang anggota Central
Comitte PKI) datang dan mengatakan bahwa dibutuhkan beberapa orang
untuk latihan Dwikora di Lubang Buaya. Mereka terheran karena tidak
biasa dalam kegiatan GERWANI dan tidak diungkapkan dalam rapat
sebelumnya. Dilokasi pun mereka bertugas menyiapkan konsumsi. Namun
dipihak lain tidak terlalu aneh jika untuk kepentingan parai GERWANI
akan mengutus anggotanya.
Pada kenyataannya pada latihan di Halim tidak hanya organisasi
GERWANI yang ikut serta namun ada juga pemuda dan pemundi yang tergabung
dalam fron nasional seperti Perwari, Wanita Marhaen, Wanita Islam,
Aisyah, dan Muslimat yang melakukankan tarian – tarian untuk persiapan
ASEAN GAMES. Sehingga disangkut pautkan dengan adanya gerakan pada 30
September yang menghilangkan nyawa 9 jenderal. Pertanyaannya mengapa PKI
yang disangkut pautkan dengan gerakan itu? Dan mengapa GERWANI
dikatakan perkumpulan wanita – wanita sadis dan tidak beprikemanusiaan?
Padahal kita ketahui bahwasanya PKI adalah bagian dari Ir. Soekarno the
first leader of Indonesia. Dan GERWANI adalah organisasi yang
memperjuangkan kehidupan masyarakat Indonesia tentunya.
Keberadaan GERWANI dan PKI di manipulasi oleh rezim militer melalui
propaganda media, mengubah sejarah pada buku sekolah, sehingga sangat
melekat di memori masyarakat Indonesia saat ini bahwa GERWANI dan PKI
adalah organisasi bejat. Hal ini perlu kita kritisi dan telusuri
kebenaran yang sebenarnya.
Dari cerita salah seorang istri prajurit bahwasanya GERWANI yang ada
pada lubang buaya yang melakukan tarian seks, pemotongan zakar dan
melakukan penyiksaan itu semua
BOHONG seperti yang di tuduhkan pada rezim soeharto.
Disadur dari :
http://blog.umy.ac.id/arisandy/2012/09/13/sekilas-perjalanan-gerwani-gerakan-wanita-indonesia/